Dampak Dari Buyback Atau Pembelian Kembali Saham

Dampak Dari Buyback Atau Pembelian Kembali Saham

Blogoseo.com – Dampak Dari Buyback Atau Pembelian Kembali Saham – Kini wajah saham domestik tak lagi muram.

Karena setelah sehari tersembab 6,5%, indeks harga saham gabungan atau IHSG pada selasa (10/3) telah melompat ke angka 1,63% ke level 5.220,82.

Meski selama satu tahun berjalan masih minus 17,12%, penguatan IHSG kemarin cukup menentramkan pasar nasional.

Baca juga : Peluang Bisnis Usaha Yang Cocok Bagi Anak Muda

Penguatan IHSG terjadi setelah otoritas jasa keuangan atau OJK mengumumkan relaksasi aturan pembelian kembali atau buyback saham oleh emiten.

Pengumuman OJK tersebut disambut baik oleh para emiten. Yang mana sedikitnya 13 emiten BUMN dan juga anak BUMN menyatakan kesiapan mem-buyback saham.

OJK mengijinkan emiten mem buyback sahan tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham atau RUPS.

Baca juga : Unduh Real Madrid Dunia Virtual Mod APK

Emiten juga bisa membeli kembali sahamnya lebih dari 10% namun tak boleh melebihi dari 20% dari modal yang telah disetorkan.

Syaratnya, saham beredar tersebut atau free float mereka minimal telah mencapai angka 7,5% dari modal yang telah disetorkan.

Aturan saham pembelian kembali tersebut telah dilonggarkan setelah bursa domestik mengalami turbulensi, mengikuti pergerakan pasar saham global.

IHSG sempat juga longsor le 18,46% sejak awal tahun. pemicunya dikarenakan tiada lain perlambatan ekonomi akibat dari meluasnya wabah covid-19 di tanah air

Bahkan kini penguatan IHSG pada perdagangan selasa 10/3 kemarin memang lbih banyak dipicu oleh faktor-faktor regional.

Baca juga : Apa itu SteamPoint?

Seluruh bursa saham di asia pasifik pda hari sama telah menghijau. Bursa wall street dibuka juga telah menguat.

Meskipun demikian, tak berarti bahwa isu buyback ini nihil sentiment positif. Rencana para emiten membuyback saham juga telah turut membangkitkan optimisme para investor.

Pelaku pasar saham yang secara psikologis sedang jatuh, kini yakin pasar saham tak akan mengalami crash.

Itulah salah satu alasan mengapa para investor mereka telah memborong saham kemarin tersebut.

Masalahnya adalah, relaksasi aturan buyback yang termaktub dalam surat edaran OJK No 3/SEOJK 04/2020 tanggal 9 maret 2020 bukanlah sebuah kewajiban.

Alhasil fasilitas itu bisa dimanfaatkan para emiten, bisa juga tidak. Karena emiten hanya akan buyback bila menguntungkan dan juga punya arus kas yang memadai.

Relaksasi aturan buyback saham juga pernah terjadi diberlakukan oleh otoritas jasa keuangan atau OJK saat kritis finansial global mengguncang saham pada oktober 2008.

Beleid itu telah aktif mengangkat IHSG yang bergerak bak roller coaster. Bahkan IHSG juga saat itu terjun bebas sebanyak 10,38%.

You May Also Like

About the Author: Bang Novan

Leave a Reply

Your email address will not be published.